• Sun. Feb 5th, 2023

9 Jenis Sedekah Yang Utama

Byroket

Dec 4, 2022

Sedekah mempunyai banyak manfaat dan keutamaan. Bukan hanya untuk orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Karenanya, tidak heran jika Allah dan Rasul-Nya memerintahkan untuk rutin bersedekah.

 

Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi)

 

Lalu dalam hadits lain disebutkan, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Berikut 9 bentuk sedekah yang paling baik dan utama:

 

1. Sedekah dari Harta Lebih

 

 

Sedekah menggunakan harta atau sesuatu yang lebih dari apa yang kita punya itu bagus. Dan sangat rugi jika kelebihan harta atau sesuatu itu hanya disimpan untuk diri sendiri saja.

 

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya memilih seorang untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi harta) sehingga merusak pahala,”.

 

Selain dari kelebihan harta, bersedekah harus bersumber dari sesuatu yang halal, baik dan bersih. Jika bersedekah dari sesuatu yang haram, maka tidak termasuk dalam kategori sedekah. Karena sedekah itu mengeluarkan harta dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

2. Sedekah Makanan

 

Diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amru; Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Islam bagaimanakah yang terbaik?” Beliau menjawab, “ Hendaknya engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak kenal.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasai dan Ibnu Majah)

 

Sedekah itu maknanya lebih luas dari zakat. Apa pun yang kita berikan kepada orang lain dengan niat ibadah kepada Allah akan bernilai sedekah. Jika tidak mempunyai uang, sedekah juga bisa dengan makanan. Memberi makanan kepada orang lain termasuk sedekah.

 

 

3. Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

 

Buya Yahya dalam ceramahnya di Channel YouTube al-Bahjah TV, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bersedekah.

 

Pertama, bersedekah itu hendaknya mendahulukan sedekah wajib atau bisa disebut dengan zakat. Kedua, hendaknya melunasi utang yang sudah jatuh tempo, karena pahala membayar utang lebih besar dari pada melalukan sedekah sunah. Maka setelah kedua hal ini diselesaikan, barulah kita bersedekah sunah.

 

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan lebih lanjut dari keperluan, dan dari orang yang engkau tanggung.” (HR. Bukhari)

 

4. Sedekah untuk Anak dan Istri

 

Dalam bersedekah, kita harus mendahulukan orang-orang yang berada dekat dengan kita. Dalam hal ini, khususnya terhadap keluarga (anak dan istri). Ini merupakan salah satu sedekah paling utama.

 

Bersedekah kepada keluarga itu bernilai dua pahala. Pertama pahala sedekah dan kedua pahala silaturahim.

 

 

Rasulullah SAW bersabda, “Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu lebih besar pahalanya.” (HR Muslim)

 

5. Sedekah kepada Kerabat dan Tetangga

 

Setelah keluarga inti, sedekah paling utama selanjutnya adalah kepada kerabat dan tetangga. Kerabat itu keluarga seperti paman, bibi, sepupu, keponakan dan seterusnya. Dahulukan sedekah ini kepada anak yatim yang masih ada hubungan kekerabatan.

 

Allah SWT berfirman, “Tetapi Dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) membebaskan dari bantuan, atau memberi makan pada hari-hari, anak-anak yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin. (QS Al Balad: 11-16)

 

 

Sementara kepada tetangga, dahulukan sedekah kepada tetangga terdekat, baru setelah itu kepada tetangga jauh.

 

Rasulullah SAW berkata kepada Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR Muslim)

 

 

6. Sedekah Waktu Subuh

 

Sedekah subuh merupakan salah satu sedekah yang utama. Jika seseorang mengamalkan sedekah subuh, maka dia akan dioakan oleh malaikat di pagi hari.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya,” sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

7. Sedekah Sembunyi-Sembunyi

 

Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi termasuk sedekah yang sangat utama. Terutama kepada orang-orang fakir, miskin dan dhuafa. Kenapa demikian? karena lebih dekat dengan ikhlas dan selamat dari sifat riya.

 

Allah SWT berfirman: “Jika kamu sedekah sekalimu, maka itu adalah baik. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS Al Baqarah: 271)

 

8. Sedekah di Kala Sehat

 

Jangan menunggu sakit dulu untuk bersedekah. Bersedekahlah saat tubuh sehat. 

 

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi SAW bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?”

 

 

Beliau menjawab, “Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir khawatir dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga roh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ‘untuk Fulan cuma, untuk Fulan cuma, dan untuk Fulan cuma.’ Padahal telah menjadi milik si Fulan.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

 

9. Sedekah Jariyah

 

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila cucu Adam (manusia) meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya.” (HR Muslim)

 

Sedekah jariyah merupakan amalan yang sangat utama. Pahalanya akan terus mengalir meski orang yang mengamalkannya telah meninggal dunia.

 

 

Ada banyak contoh sedekah jariyah. Misalnya menyumbang untuk pembangunan masjid, pesantren atau panti asuhan, mengajarkan ilmu, wakaf, menulis atau mebuat buku yang bermanfaat dan lainnya.

 

Kunci sukses agar kita rutin bersedekah adalah tidak takut fakir. Sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru sebaliknya, sedekah akan membuat hidupnya lebih berkah dan bahagia karena mensyukuri nikmat Allah SWT.

 

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang gemar melakukan sedekah. Dan kita mendapatkan ridha Allah SWT dari apa yang sudah kita sedekahkan. Aamiin