Apa Itu Highest and Best Use Study

Apa Itu Highest and Best Use Study

Highest And Best Uses Analysis setelah itu dicatat riset HBU merupakan prinsip yang paling diketahui dalam bagian management asset real properti, baik di perihal pengoptimalan asset ataupun penilaian asset. Apa sesungguhnya riset HBU itu? Sejumlah literatur menuturkan kalau riset HBU yaitu riset kepada kegunaaan terhebat serta paling tinggi dari satu bagian tanah kosong (vacant land) maupun tanah yang dikira kosong (land as vacant).

Jasa highest and best use study ini mencakup riset dalam empat perihal inti ialah, riset kepantasan secara fisik (physically feasible), riset kepantasan secara ketetapan (legally permissible), riset kepantasan secara keuangan (financially feasible), serta riset daya produksi yang maksimum (maksimally productive). Suatu property disebut udah penuhi syarat-syarat HBU jika bagaimana secara fisik dapat saja, diperbolehkan secara ketetapan, patut secara keuangan, serta bisa memberinya hasil yang sangat maksimum.

Riset kepantasan secara fisik berhubungan dengan apa satu property (bangunan) atau opsi property patut buat dibuat di atas satu bagian tanah spesifik dengan ciri-ciri tanah yang spesifik juga. Ciri-ciri fisik tanah berwujud posisi, luas, wujud, kontur, maupun pembawaan tanah begitu memiliki pengaruh kepada opsi properti yang bisa ditingkatkan di atasnya. Secara simple, suatu hotel yang berbintang tak patut dibikin di atas tanah yang luasnya cuma 3.000 m2. Akan tetapi, tanah dengan luas 3.000 m2 kelewatan buat dibikin suatu tempat tinggal. Suatu mall tidak bisa dibikin di luar kota yang sepi dari pelanggan. Suatu pabrik kayu contohnya, tak patut dibuat di pusat perkotaan. Peningkatan property yang tak pertimbangkan ciri-ciri fisik tanah yang bakal ditingkatkan bisa menimbulkan property yang dibuat jadi tak maksimum.

Riset kepantasan secara ketetapan berhubungan dengan apa satu property maupun opsi property yang bakal ditingkatkan di atas satu bagian tanah spesifik ditunjang atau diperbolehkan oleh keputusan ketetapan yang ada. Keputusan ketetapan berwujud zoning (alokasi tanah), KDB (Koefisisen Dasar Bangunan), KLB (Koefisisen Luas Bangunan), ketinggian maksimum bangunan, sempadan jalan serta keputusan terkait Ide Umum Tata Tempat/Lokasi (RUTR/W) yang lain dan ketetapan berhubungan dengan jalan raya serta lingkungan hidup begitu memiliki pengaruh kepada opsi property yang bisa ditingkatkan.

Riset kepantasan secara keuangan berhubungan dengan apa property maupun opsi property bisa memberi keuntungan atau penerimaan bersih (net pendapatan) yang positif. Riset ini kebanyakan dikerjakan seusai dua riset yang pertama tercantum di atas dikerjakan. Buat memastikan kepantasan secara keuangan, penting diestimasi serta diekspektasikan dari tiap-tiap menjanjikan kemanfaatan terhebat serta paling tinggi. Potensial hari esok bisa diestimasi lewat cara membanding-bandingkan dengan property sama dengan yang udah jalan. Riset pasar, micro serta makro ekonomi begitu dibutuhkan. Setelah itu, sejumlah hal yang mesti menjadi perhatian yaitu tentang penerimaan menjanjikan (potential income), tingkat kekosongan (vacancy rate), cost operasi (operating cost), penerimaan bersih (net income), serta tingkat pengembalian (diskon rate/capitalization rate). Suatu property disebut patut secara keuangan jika bagaimana bisa memberinya penerimaan bersih yang positip. Berapa besar penerimaan bersih yang bisa disebut patut begitu terkait di pilihan semasing investor.

Riset yang paling akhir dalam riset HBU yaitu riset produktifitas yang maksimum. Suatu property atau opsi property disebut punya daya produksi yang maksimum jika bagaimana punya patokan keuangan yang lebih bagus ketimbang property atau opsi property yang lain. Patokan keuangan yang kebanyakan dipakai yaitu Net Present Nilai (NPV), Intern Rate of Return (IRR), Payback Period, Return on Investment (ROI), Keuntungan Cost Ratio. Jika bagaimana dua atau bisa lebih opsi property sama memperlihatkan hasil riset patut secara fisik, diperbolehkan secara ketetapan, serta patut secara keuangan, jadi opsi property yang penuhi syarat-syarat HBU yaitu opsi property yang punya patokan keuangan yang lebih bagus ketimbang opsi property yang lain.

Pertanyaan lalu bagaimana pengaplikasian riset HBU dalam praktik baik di skema pengoptimalan asset ataupun penilaian asset? Dalam skema pengoptimalan asset, riset HBU dilakukan dengan begitu rinci. Bermacam opsi property yang bisa ditingkatkan dicermati serta dibicarakan secara dalam sebelumnya lantas diputuskan satu opsi yang terhebat serta dikira udah penuhi syarat-syarat HBU. Riset pasar, micro serta makro ekonomi jadi kajian yang mesti. Bisa disebut, riset HBU adalah pre feasibility studi sebelumnya study kepantasan yang kenyataannya dikerjakan.

Bagan Pengoptimalan Asset

Dalam skema penilaian asset, riset HBU kebanyakan dikerjakan dengan simple. Di dalam perihal ini, umumnya riset HBU lebih dipertekankan di riset kepantasan secara fisik serta riset kepantasan secara ketetapan. Dua riset yang lain ialah, riset kepantasan secara keuangan serta riset produktifitas yang maksimum sangat sedikit dikupas secara dalam. Setelah itu, penelitian serta penilaian langsung di dalam lapangan kebanyakan lebih menguasai jadi dasar dalam ambil putusan apa property yang dianggap udah penuhi syarat-syarat HBU atau tak. Ringkasnya, jika bagaimana property yang dianggap yaitu suatu ruko serta property yang banyak berdiri di seputar property yang dianggap yaitu pun ruko, jadi nyaris ditandaskan penilai bakal ambil rangkuman kalau ruko yaitu HBU dari lokasi itu.

Dari paparan di atas bisa diartikan kalau riset HBU adalah kajian yang bisa disebut wajib pada management asset real properti, baik di perihal pengoptimalan asset ataupun penilaian asset. jasa highest and best use study mencakup empat perihal inti ialah, riset kepantasan secara fisik (physically feasible), riset kepantasan secara ketetapan (legally permissible), riset kepantasan secara keuangan (financially feasible), serta riset daya produksi yang maksimum (maksimally productive). Umumnya, riset HBU dalam skema pengoptimalan asset dilakukan lebih rinci diperbandingkan dalam skema penilaian asset.