Apa Itu Reksa Dana? Yuk, Kita Cari Tahu

Jangan Salah, Ini 6 Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

Seperti yang dilansir dari salah satu informasi bisnis terbaru, yang menyebutkan bahwa investasi menjadi alternative bagi banyak orang dalam memperbaiki pengelolaan keuangan. Berbicara soal investasi, tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan Reksa Dana bukan? Nah, untuk kamu yang belum kenal dengan Reksa Dana, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Mengenal Reksa Dana

Pada situs resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), menjelaskan bahwa Reksa Dana merupakan sebuah system yang mana sebagian besar alokasi investasinya di tempatkan pada efek yang memberikan pendapatan tetap.

Selain Reksa Dana pendapatan tetap, masih ada lagi beberapa aspek lainnya yang meliputi portofolio investasi, jenis Reksa Dana yang terbagi atas Reksa Dana pasar uang, Reksa Dana pendapatan tetap, Reksa Dana campuran, dan Reksa Dana saham.

Ditinjau dari cara pengelolaan portofolio investasinya, maka Reksa Dana akan dibagi lagi kedalam dua tipe berbeda, yakni Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana konvensional.

Reksa Dana Dalam Peraturan OJK

Pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 47/POJK 04/2015 tentang pedoman pengumuman harian nilai aktiva bersih Reksa Dana terbuka diatur, maka investasi Reksa Dana pendapatan tetap minimalinya itu sebesar 80% dari nilai aktiva bersihnya yang ditempatkan dalam bentuk efek bersifat utang.

Sebagai contoh efek yang bersifat utang, yakni berupa surat utang (obligasi) atau sukuk yang jatuh temponya dalam kurun waktu satu tahun maupun lebih dari satu tahun. Adapun mengenai surat utang yang dapat diinvestasikan, entah itu yang diterbitkan korporasi maupun pemerintah.

Risiko Pada Reksa Dana Pendapatan Tetap

Menurut kabar yang beredar, tingkat risiko Reksa Dana pendapatan tetap itu akan termasuk dalam golongan menengah. Pasalnya, hal itu bisa berisiko tinggi jika dibandingkan dengan Reksa Dana aspar uang, namun lebih rendah dari Reksa Dana saham.

Itu sebabnya, mengapa produk investasi tersebut sangat ideal bagi para investor dengan profil risiko investasi konservatif (cari aman). Terlebih mengingat kondisi ekonomi yang saat ini belum stabil, sehingga Reksa Dana pendapatan tetap merupakan pilihan paling tepat untuk berinvestasi. Bukan hanya itu, Reksa Dana pendapatan tetap juga sangat cocok untuk jangka waktu satu sampai tiga tahun mendatang.

Berbagai Keunggulan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Tak berbeda jauh dengan produk investasi pada umumnya, yang mana Reksa Dana pendapatan tetap juga menawarkan potensi keuntungan yang lebih banyak ketimbang risikonya. Bagaimana tidak? sebab hasil imbalan dari produk investasi tersebut berada dikisaran 7%, 8% bahkan hingga 9% per tahunnya.

Adapun mengenai beberapa keunggulan dari Reksa Dana pendapatan tetap yang akan kamu dapatkan seperti berikut :

  1. Modal investasi cukup terjangkau, yang bisa dimulai dari Rp 10.000 pada pembelian Reksa Dana secara online
  2. Peluang keuntungan besar seiring dengan perkembangan NAB Reksa Dana
  3. Imbal hasil Reksa Dana bebas pajak, tidak seperti bunga deposito yang akan dikenai pajak PPH sebesar 20%
  4. Bisa dicairkan atau diambil sewaktu-waktu pada hari bursa
  5. Dana akan dikelola oleh manajer investasi yang berprofesional dan sudah mengantongi izin dari OJK
  6. Pengelolaan Reksa Dana pendapatan tetap akan diawasi dan diatur oleh pihak OJK.

Demikianlah ulasan singkat mengenai seluk beluk dari Reksa Dana, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum berinvestasi.