• Fri. Jun 18th, 2021

Bahaya Penggunaan Headset yang Perlu Anda Waspadai

Byansyah

Apr 6, 2021

Bahaya menggunakan headset sering kali terabaikan. Anda dapat yakin bahwa headset yang Anda gunakan benar-benar sehat dan aman untuk telinga Anda. Sayangnya sangat bagus, bagus, dan aman serta kualitas yang dijamin oleh produsen headset yang Anda beli, hingga saat ini belum ada headset yang dapat menjamin Anda akan terbebas dari penyakit telinga. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasannya di bawah ini.

Apa saja bahaya headset untuk kesehatan telinga?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa mendengarkan terlalu banyak musik akan membuat Anda tidak dapat mendengar. WHO melaporkan bahwa lebih dari 1,1 juta orang berusia 12-35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat hal tersebut.

Headset menghasilkan gelombang suara yang sampai ke telinga, sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran tersebut kemudian menyebar ke telinga bagian dalam melalui tulang-tulang kecil dan mencapai koklea.

Anda butuh alat bantu dengar? yuk bisa kunjungi link tersebut.

Saat mencapai koklea, getaran tersebut menyebabkan rambut di sekitarnya juga bergerak. Saya gemetar, saya kuat, rambut saya mulai banyak bergerak. Paparan musik keras yang terus-menerus dan berkepanjangan menyebabkan sel-sel rambut menjadi tidak sensitif terhadap getaran. Sel rambut mungkin tidak pulih.

Meskipun dapat pulih, telinga mungkin bekerja secara tidak normal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli permanen dan hampir tidak mungkin untuk pulih. Itulah mengapa Anda perlu mengetahui tentang bahaya headset bagi telinga dan kesehatan pendengaran Anda. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang dapat mempengaruhi Anda saat menggunakan headset:

1. NIHL (Sound Acquired Hearing Hearing)

hanya gangguan tuli atau kebisingan NIHL yang mungkin bukan hanya karena volume pada headset Anda terlalu keras, tetapi juga berapa lama atau berapa lama Anda menggunakannya. Riset yang dipublikasikan di Noise & Health menemukan bahwa 10% dari 280 remaja yang disurvei memiliki kebiasaan lama mendengarkan musik melalui headset, bahkan saat tidur. Kelompok ini dikatakan lebih berisiko mengalami NIHL di lain waktu.

2. Tinnitus

Sel rambut koklea yang rusak dapat menyebabkan dering, suara bising, atau suara keras di telinga atau kepala. Kondisi ini disebut tinnitus. Hasil studi yang dipublikasikan di Noise & Health menunjukkan bahwa remaja yang mendengarkan musik selama lebih dari 3 jam menggunakan headset lebih cenderung mengalami tinnitus.

3. Hiperakusis

Website Columbia Asia Hospital India menyebutkan bahwa 50% orang yang menderita tinnitus cenderung memiliki kepekaan yang tinggi terhadap suara di lingkungan yang normal. Kondisi ini disebut hyperacusis.

4. Kehilangan pendengaran

Seperti yang sudah disebutkan, menggunakan headset untuk mendengarkan musik dengan keras dan dalam waktu lama bisa membuat sel-sel rambut lebih sensitif. Ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

5. Infeksi telinga

Bahaya lain yang bisa ditimbulkan akibat penggunaan headset adalah infeksi telinga. Ini karena headset yang dipasang langsung di liang telinga menghalangi aliran udara. Penggunaan headset juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Kuman tersebut dapat tertinggal di headset dan akan menginfeksi pengguna. Saya akan mengambil risiko yang parah saat menunjukkan headset dengan orang lain.

6. Pusing

Tekanan yang berlebihan pada liang telinga akibat suara keras juga bisa menyebabkan pusing.

7. Penumpukan kotoran telinga

Menggunakan headset dalam waktu lama dapat menjadi bahaya lain, yaitu kotoran telinga yang menumpuk. Jika Anda pernah mengalami kondisi ini, Anda mungkin pernah mengalami kondisi lain, seperti tinitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan infeksi telinga.

8. Sakit di dalam telinga

Penggunaan headset dan penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan penyakit. Nyeri ini sering menjalar ke telinga bagian dalam sehingga menimbulkan nyeri di telinga.

9. Efek pada otak

Gelombang elektromagnetik yang dibuat oleh headphone dapat menyebabkan masalah otak dalam jangka panjang. Infeksi telinga juga dapat memengaruhi otak.