Cara Cerdas Hindari Jebakan Pinjaman “Online” saat Butuh Uang

Seiring dengan perkembangan teknologi, akses ke berbagai urusan keuangan juga semakin mudah. Tidak hanya belanja, pinjam meminjam uang juga tidak sulit secara online. Bukan tidak mungkin bisnis pinjaman online semakin marak. Perusahaan fintech (financial technology) kredit online juga semakin berkembang. Selain mudah, proses pinjaman online juga sangat cepat.

Anda sedang membutuhkan pinjaman online bunga rendah? Bisa kunjungi ringan.co.id

Hanya membutuhkan waktu 1×24 jam atau maksimal 2×24 jam, bahkan dana baru dikirim ke rekening. Positifnya, tentunya prosesnya tidak ribet, tidak memakan waktu lama, dan bisa diakses dari mana saja. Mungkin kekurangannya adalah banyak sekali sehingga tidak butuh waktu lama untuk memutuskan mendapatkan pinjaman. Itu cenderung impulsif, tergesa-gesa dan berdasarkan prinsip “hanya bisa cair”.

Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara agar utang online yang pertama kali terlihat terlalu bagus. Dan bahkan jika Anda membutuhkan dana, cobalah cara cerdas untuk menghindari ledakan utang online saat Anda membutuhkan uang.

1. Jangan Menganggap Remeh Hanya karena Plafon yang Kecil

Banyak platform pinjaman online menawarkan penawaran pinjaman dalam jumlah kecil (plafon). Ada yang mulai dengan ratusan ribu, Rp. 1 juta sampai dengan maksimal Rp. 20 juta.

Plafon pinjaman yang berbeda inilah yang membuat orang berpikir bahwa yang paling mudah segera mendapatkan utang. Saya harap Anda tidak ada di sana. Karena, jangan anggap enteng jumlah utang, sedikit saja. Selain itu, untuk menagih hutang yang terlihat kecil di beberapa platform sekaligus.

2. Persyaratan Memang Mudah, Tapi Bunga Lebih Besar Ketimbang Kartu Kredit

Mendaftar pinjaman online tidak serumit mendaftar kartu kredit. Bahkan hanya dengan KTP dan akun media sosial, Anda dapat menikmati dana segar cair secara instan. Hal ini sangat berbeda dengan persyaratan untuk mendaftarkan kartu kredit.

Syarat untuk bisa memiliki kartu kredit cukup rumit dan proses persetujuannya cukup lama. Tapi ingat, bunga yang ditawarkan dari pinjaman online ini jauh lebih besar dari bunga kartu kredit yang umumnya hanya 2,25%. Bunga pinjaman online sekitar 2,90 persen.

3. Perlu Diingat, Biaya Tambahannya Juga Banyak

Tidak hanya bunga lebih dari kartu kredit, biasanya ada biaya tambahan selain biaya bunga. Misalnya biaya administrasi yang memiliki banyak pilihan, biaya keterlambatan pembayaran, biaya penalti, dan juga biaya bunga yang dikeluarkan karena keterlambatan pembayaran.

Apalagi jika pinjaman tersebut hanya digunakan untuk pembiayaan barang konsumsi. Tentu hal ini tidak akan bermanfaat untuk masa depan tetapi bisa membuat keuangan Anda tidak stabil.

4. Begitu Telat Bayar, Penagih Segera Datang

Biarkan selesai setelah dimaniskan dan dibuang. Ketika Anda pertama kali mendaftar untuk pinjaman, Anda hanya akan mendengar kata-kata yang menyenangkan. Namun seiring waktu, dan fakta bahwa Anda tidak dapat membayar tagihan, kata-kata manis itu menjadi pahit atau mungkin beracun. Waktu yang dibutuhkan hanya 2-3 hari telat mengirim debt collector dengan teror terus-menerus.

Padahal, jika ada yang sengaja dihindari, semua data media sosial dan akun peminjam sudah ada di data tersebut. Dia tidak ragu untuk menyebarkan berita bahwa Anda telah gagal dan semua hubungan Anda memiliki kesempatan untuk menerima kabar buruk ini. Jangan biarkan ini terjadi.

Lebih baik berpikir jangka panjang daripada impulsif. Mendapatkan dana segar jika diperlukan adalah solusi mutlak. Namun jangan sampai kemudahan yang ditawarkan oleh platform online membuat Anda bertindak impulsif atau bertindak tanpa berpikir karena mudah berubah. Pikirkan semua kemungkinan dan implikasi yang akan muncul dari keputusan penting yang akan diambil.

Penyesalan pasti akhir. Jadi kesadaran dan pengelolaan kehidupan finansial yang baik berperan penting agar Anda tidak jatuh ke dalam lingkaran yang sulit pada akhirnya.