• Wed. Oct 5th, 2022

 

Biasanya, cerita fiksi memuat berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan manusia, seperti apa yang terjadi di lingkungan, sesama manusia, diri sendiri, dan kepercayaannya. Hal ini karena membaca makna kata novel itu sendiri merupakan hasil dialog, kontemplasi, dan reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan.

Dan dari segi terminologi, fiktif berasal dari kata fiktif, yang artinya membentuk, membuat, menahan, dan mencipta. Jika dilihat dalam bahasa Indonesia, arti imajiner berarti sesuatu yang dibentuk, sesuatu yang dibuat, atau sesuatu yang dibayangkan.

Dari arti kata tersebut, pengertian novel sebenarnya adalah karya sastra yang memuat berbagai cerita fiksi atau cerita berdasarkan fantasi daripada peristiwa nyata.

Begitu banyak novel berisi imajinasi penulis. Sejauh mana penulis mampu membayangkan jalan cerita yang ada dengan baik. Biarkan pembaca menikmatinya seolah-olah mereka ada di dalamnya. Jika demikian, maka cerita fiksi didasarkan pada pendapat, ide, interpretasi, dan penilaian penulis.

Tentu saja imajinasi pengarang tidak dapat dibayangkan dengan baik tanpa lingkungannya, lingkungannya, atau latar belakang pengarang itu sendiri.

Sehingga apa yang dihadirkan oleh cerita fiksi ini, baik dari segi konteks dan suasana, maupun dari segi nama, kota, tokoh, dan tema yang diajukan, menjadi nyata. Menurut informasi yang diketahui, novel-novel kasus ini dibagi menjadi dua kategori: novel prosa lama dan novel prosa baru.

Baca Juga : Cara Mencari Jurnal Dengan Kata Kunci

Untuk novel prosa lama merupakan karya sastra yang belum terpengaruh sastra atau budaya Barat dan dikomunikasikan secara lisan karena tidak mengenal tulisan. Misalnya, cerita rakyat dibagi menjadi legenda, legenda, cerita jenaka, mitos dan fabel.

Selain cerita rakyat, ada juga cerita fiksi Hiyakat dalam bentuk prosa panjang dalam bahasa Melayu. Terbagi menjadi tiga, yaitu hikayat dengan unsur Hindu, hikayat dengan unsur Hindu-Islam dan hikayat dengan unsur Islam.

Pada saat yang sama, prosa baru dipengaruhi oleh sastra Belanda, seperti cerita pendek, novel, esai liris, dan fiksi mini. Cerpen adalah cerita pendek yang memuat suatu peristiwa pokok, biasanya diawali dengan seorang tokoh dan diakhiri dengan nasibnya.

Pada saat yang sama, novel dan karya sastra sangat populer dan dibagi menjadi dua jenis, seperti novel serius dengan cerita yang lebih panjang, konflik yang lebih luas, pengembangan karakter dan karakter, dan novel hiburan.

Untuk prosa liris, maka itu adalah karya sastra dengan berbagai bentuk prosa yang ditulis dan diungkapkan melalui unsur-unsur puitis dengan bahasa dan ritme. Karya sastra ini mengandung perasaan subjektif pengarangnya. Sementara itu, mini-fiksi adalah cerita pendek yang plot dan endingnya didasarkan pada pembaca, sehingga memungkinkan pembaca untuk berfantasi tentang cerita tersebut.

Apa saja ciri-ciri cerita novel?

Ciri-ciri novel tersebut adalah sebagai berikut:

1.

  1. Fiksi atau representasi dari imajinasi penulis.
  2. Ada kebenaran relatif daripada kebenaran absolut dalam fiksi.
  3. Fiksi umumnya menggunakan bahasa dengan makna daripada kebenaran.
  4. Tidak ada novel sistem standar di dalamnya.
  5. Fiksi umumnya berfokus pada emosi dan perasaan pembaca, bukan logika.
  6. Lalu, apa sajakah informasi pada topik “Ciri-Ciri Cerita Fiksi”? Berikut pengertian dan jawabannya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Itu saja, terima kasih. Salam berbagi teman.