• Sat. Dec 10th, 2022

Dasar Elektronika Berikut Sejarah dan Komponennya

ByDrajad

Jan 14, 2022
dasar-elektronika-2

Elektronika merupakan pengetahuan yang mendalami alat listrik arus kurang kuat yang dijalankan secara mengendalikan saluran elektron atau partikel memiliki muatan listrik pada sebuah alat seperti computer, perlengkapan electronic, termokopel, semikonduktor, dan lain-lain (Club Kemdikbud, 2017, hlm. 41).

Pengetahuan yang mendalami perlengkapan sebagai berikut sebagai cabang atau turunan dari pengetahuan fisika. Sementara wujud rancangan serta pengerjaan circuit electronicnya merupakan sisi dari tehnik elektro, tehnik computer, serta pengetahuan/tehnik elektronika serta instrumentasi.

Perlengkapan yang gunakan dasar kerja elektronika ini rata-rata dikatakan sebagai perlengkapan electronic (elektronik devices). Contoh perlengkapan/ perangkat electronic ini mencakup: computer desktop (PC), computer netbook, mobile-phone, monitor LEDD, monitor tabung (CRT), radio, camera digital, robot, Smart Cad, dan sebagainya.

Sejarah Electronika

Peristiwa elektronika mulai dari masa ke-20, dengan libatkan 3 buah penemuan bagian penting, ialah tabung hampa udara (vacuum tube), transistor serta circuit terintegrasi (integrated sirkuit). Di tahun 1883, Thomas Alva Edison sukses mendapatkan jika elektron dapat berubah dari suatu konduktor ke konduktor yang lain melalui area hampa.

Komponen Elektronika

Komponen elektronika merupakan beberapa bagian-bagian aktif seperti transistor, dioda serta IC, dan bagian-bagian pasif seperti resistor, kapasitor, serta induktor yang secara prinsip berperan untuk menguasai saluran elektron atau partikel memiliki muatan listrik.

Oleh lantaran itu, Bagian dasar elektronika yang selalu dipakai dalam tiap-tiap serangkaian elektronika merupakan resistor, kapasitor, induktor, transistor, dioda, serta IC. Apa peran dari semasing type bagian elektronika dasar itu? Tersebut merupakan pembicaraannya.

Resistor

Resistor merupakan bagian electronic yang punyai dua pin serta dibentuk untuk mengontrol tegangan listrik serta arus listrik. Tegangan listrik itu punyai kekebalan (tahanan) tersendiri yang bisa menghasilkan tegangan listrik pada ke-2  pin. Nilai tegangan pada resistansi lurus sebanding pada arus yang mengucur.

Source: https://www.kelaselektronika.com/komponen