• Fri. Jun 18th, 2021

Mengapa dengan Plastik

Byansyah

Feb 27, 2021

Jangan remehkan plastik. Meski kerap dituding membahayakan lingkungan, nyatanya plastik terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, plastik memiliki manfaat yang luar biasa. Mulai digunakan sebagai bahan bakar, pupuk, hingga bisa digunakan sebagai campuran aspal.

Tak heran, bagi yang berpikiran visioner, juga bisa melihat sisi positifnya, plastik bisa diolah menjadi rupiah. Sudah banyak contoh, jika sampah plastik dikelola dengan baik bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.

Jika membutuhkan mesin pencacah plastik untuk bisnis Anda, bisa beli pada tautan tersebut ya!.

Pendaur Ulang Plastik Indonesia Ahmad Nuzuluddin menjelaskan, hingga saat ini banyak industri yang menganggap plastik sudah dibuang, dan bukan lagi bahan baku. Hal ini sangat wajar, karena tidak dapat dipisahkan sehingga proses pembuatannya menjadi lebih sulit. Selain itu, ada lebih banyak biaya yang terlibat dalam proses tersebut.

Akibatnya banyak industri besar yang tidak mau membuat industri daur ulang, katanya saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Bahkan saat ini banyak masyarakat yang mengelola sampah plastik, dan berhasil menghasilkan barang-barang yang bernilai ekonomis. Namun, semua perbedaan antara industri kerajinan tangan dan daur ulang. Perbedaan terpenting adalah daya serap plastik.

Misalnya untuk kerajinan tangan, masyarakat perlu mengetahui perbedaan antara mendaur ulang dan membuat barang dari plastik bekas untuk kerajinan tangan.

Misalnya sepak bola dan daur ulang, kata Ahmad, kini juga punya pemahaman yang cukup ambigu. Banyak yang beranggapan bahwa naik motor sama dengan daur ulang. Padahal, plastik daur ulang, kata dia, diganti total agar berbeda dari bentuk aslinya.

Di negara maju, kata dia, tingkat daur ulang lebih dari 60 persen. Karena penggunaan teknologi. Misalnya Amerika dan Eropa, setiap minggunya mengirimkan ribuan kontainer sampah plastik ke China untuk didaur ulang. Tapi sekarang setelah Cina menutup pintunya, Cina juga kewalahan. China juga tahu bahwa mulai mengolah sampah plastik dalam negeri menjadi nilai ekonomis.

“Jadi negara-negara besar tinggal sortir, lalu tekan dan ekspor,” ujarnya.

Padahal, di Indonesia produk hilir sampah plastik juga lebih beragam. Misalnya ada produk bola kaki yang terbuat dari bahan dup.

Menurutnya, satu-satunya negara yang ahli dalam mengelola sampah plastik adalah Jepang. Di Indonesia kota Surabaya sudah cukup maju. Ini juga karena kerja sama dengan Jepang. Indonesia, kata dia, bisa mengikuti jejak Jepang asalkan pemerintahnya lebih baik dulu. Dalam hal ini proses penyortiran terintegrasi. Jika pemerintah tidak siap, dari segi infrastruktur, sampah yang telah dipilah akan kembali masuk ke TPA.

“Jepang punya swasta, semuanya sampah untuk mengelola sampah plastik,” ucapnya.

Surabaya juga patut ditiru karena masih bisa menjangkau Adipura tanpa plastik kambing hitam. Mesin Plastik Indonesia beranggapan, saat ini ada kesan produk plastik diincar karena tidak bisa mengelola sampah. Namun jika dikelola dengan baik, dengan menggunakan manajemen yang tepat, plastik dapat menghasilkan berbagai manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Misalnya di masa depan dunia ini akan menggunakan mobil dengan tenaga yang lebih bersih dan mengurangi bahan bakar fosil. Maka dibutuhkan sesuatu yang kuat dan ringan serta terjangkau. Sekarang hanya plastik yang bisa mengurangi beban sehingga bisa berjalan lebih lama,” kata Ahmad.

Berkawan dengan Plastik

Hampir semua kegiatan sehari-hari, termasuk benda yang digunakan, mengandung bahan plastik. Mulai dari elektronik, otomotif, pertanian, fashion, peralatan rumah tangga. Pakaian yang terbuat dari poliester asli juga terbuat dari plastik. Kemudian kendaraan, banyak komponennya yang menggunakan plastik. Bahkan ban dengan label karet sintetis juga menggunakan campuran plastik.

Oleh karena itu, Ahmad mengimbau masyarakat untuk melihat plastik tidak hanya di satu sisi. Bukan sekedar menyalahkan, tapi bertindak bersama, untuk mengurangi dampak buruknya.

Tentunya yang tidak kalah pentingnya, pemerintah juga mengetahuinya karena keberadaan plastik, khususnya kemasan, turut mendukung industri dalam negeri. Karena pertumbuhan ekonomi, daya beli meningkat, permintaan plastik tetap melimpah. Baik untuk bahan baku industri, maupun untuk berbagai produk kemasan.

Sampah plastik juga bisa dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan. Salah satu kerajinan plastik seperti gelang, kalung dan lainnya kini sudah bisa diekspor ke luar negeri.

Kerajinan tangan ini bisa dibuat dari bahan daur ulang yang tidak lagi digunakan sebagai karya seni. Manfaat lainnya adalah sampah plastik juga bisa diolah menjadi balok beton. Batu bata yang terbuat dari sampah plastik bisa digunakan pada rumah yang minimalis dan tidak besar.

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengatakan, sampah plastik juga bisa diolah menjadi listrik. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil oleh banyak daerah untuk melaksanakan pembangkit listrik berbasis sampah yang layak dan pemerintah pusat harus memberikan insentif kepada pemerintah daerah untuk secara kreatif mengatasi masalah persampahan, salah satunya dengan membuat PLTSa (Pembangkit Sampah).

Inisiatif ini juga mendukung program ketenagalistrikan nasional. Beberapa pemerintah daerah yang telah berkomitmen untuk membuat pembangkit listrik berbahan dasar sampah antara lain Semarang, Denpasar, Tangerang, Tangerang Selatan, dan beberapa kota besar lainnya.

Ada beberapa jenis plastik yang dapat didaur ulang dan memiliki kualitas yang baik. Misalnya jenis sampah plastik High Density Polyethylene (HDPE). Jenis sampah ini memiliki suhu leleh 70 ° C – 80 ° C.

Proses ini juga mudah. Jika Anda ingin mengubahnya menjadi produk baru, pisahkan terlebih dahulu dan bersihkan hingga kering. Setelah itu proses parutan dan pulver untuk menyaring polimer HDPE. Kemudian didinginkan menjadi pellet.

Ya, salah satu teknologi daur ulang HDPE paling populer dimiliki oleh Sorema, sebuah perusahaan Italia. Teknologi daur ulang sudah banyak dipasang di berbagai negara, seperti Amerika, Italia, karena plastik daur ulang yang dihasilkan mirip dengan kualitas plastik asli.

Selain HDPE, jenis plastik daur ulang lainnya adalah Polypropylene (PP). Memiliki keunikan tersendiri karena jika dikubur tidak akan rusak. Namun jika diolah lebih lanjut dengan menggunakan mesin akan memiliki manfaat seperti dapat diubah menjadi bahan bakar minyak. Salah satu mesin pengolah PP yang dapat digunakan, Greenmax Poseidon, dapat mengeringkan plastik, botol, kaleng aluminium, karton minuman, dll.

Jika ditangani dengan tepat, dengan teknologi yang tepat, sampah plastik terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup. Dengan teknologi, plastik menjadi sahabat di bumi.