• Fri. Mar 31st, 2023

Metaverse Diprediksi Bakal Lahirkan Banyak Anak Virtual

Byroket

Oct 13, 2022

Kita sudah semakin dekat dengan dunia virtual metaverse yang terus dibicarakan oleh Meta dan Mark Zuckerberg. Bahkan di masa depan tidak bisa dipungkiri mungkin akan terlahir anak virtual di jagat metaverse.

Pakar kecerdasan buatan dan penulis buku, Catriona Campbell, meyakini nanti 50 tahun mendatang, banyak orang tua lebih memilih mengurus anak virtual dengan headset virtual reality, dengan penampilan ala efek CGI.

Mengutip detikINET yang mengutip dari Daily Star (7/10/2022), dalam bukunya yang berjudul Tamahotchi Generation, Campbell menyatakan anak-anak itu seperti nyata, hanya cek Smartfren dapat ‘dinonaktifkan’ dengan menekan tombol, lalu ‘dihidupkan’ lagi jika orang tua ingin berkoneksi.

Para anak virtual itu juga akan dibekali dengan kecerdasan buatan. “Jika ada permintaan konsumen, yang saya prediksi akan ada, maka anak-anak AI ini akan tersedia secara luas dengan biaya bulanan yang relatif murah,” lanjutnya.

Orang tua dari anak-anak digital akan dapat berinteraksi dengan anak-anak mereka di lingkungan virtual. Anak-anak akan memiliki wajah dan tubuh yang tampak realistis.

“Anak-anak virtual mungkin tampak seperti lompatan besar dari tempat kita sekarang, tetapi dalam 50 tahun, teknologi akan berkembang sedemikian rupa sehingga bayi yang ada di metaverse tidak berbeda dengan bayi di dunia nyata,” tulis Campbell.

Tidak Bisa Disamakan dengan Anak Sungguhan

Tidak semua orang setuju dengan gagasan membesarkan manusia virtual kecil. Blogger parenting Joanna Stephens, ibu dari dua anak, mengatakan kepada Lifewire melalui email bahwa memiliki anak online tidak akan pernah bisa menggantikan anak di kehidupan nyata.

“Ada beberapa hal yang bahkan AI tidak bisa meniru, dan ini salah satunya,” tambahnya. 

Satu-satunya daya tarik yang dapat saya pikirkan untuk anak digital adalah bahwa lebih mudah untuk dibesarkan, tetapi Anda akan kehilangan semua kebiasaan menjadi orang tua yang membuat pekerjaan menjadi orang tua berharga.

Misalnya, anak digital check in hotel hanya ada selama kita masih hidup, namun dengan anak-anak sungguhan, mereka hidup setelah kita meninggal. Mereka membawa warisan orangtuanya dan berbagi kenangan ke generasi anak-anak mereka.

Mengutip Lifewire, Peter Kao, instruktur VR di Vancouver Film School, berpendapat anak-anak virtual mungkin juga berguna sebagai simulasi pelatihan untuk mengasuh anak secara nyata.

Namun untuk sekarang, Metaverse belum begitu terimplementasi dan masih menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk CEO Apple Tim Cook. Menurut Cook, jangankan hidup di metaverse, mungkin masih banyak orang tak mengetahui apa itu metaverse.

“Menurut saya sangat penting bagi orang untuk mengetahui sesuai. Dan saya tak yakin kalau kebanyakan orang bisa mendefinisikan metaverse,” tutur Cook.

CEO Apple juga tidak mempercayai teknologi Virtual Reality (VR), dia meragukan apakah orang-orang mau menghabiskan waktu mereka dengan perangkat VR di masa yang akan datang.