• Sun. Jul 25th, 2021

Pemain Baru Persib Bandung Rupanya Usil dan Humoris

Byghost writer

Jun 18, 2021
Mohammed Rashid 2

Kehadiran Mohammed Rashid di Persib Bandung jadi udara segar dan semangat baru untuk dapat memenangkan Liga 1 dan Kompetisi Piala Wali Kota Solo.

Teka-teki pemain baru Persib Bandung terjawab telah saat Mohammed Bassim Rashid dipublikasikan dengan cara resmi oleh Persib Bandung pada Kamis (17/06/2021) di halaman official Instagram Persib.

Pemain baru Persib Bandung itu ialah pemain tengah bertahan asal Palestina namanya Mohammad Bashim Ahmed Rashid.

Pria yang terlahir di Palestina di tanggal 3 Juli 1995 terdaftar dalam situs transfermrkt perkuat tim nasional Palestina diajang qualifikasi piala dunia 2022.

Selainnya ganas di atas lapangan, pria berkepala plontos ini rupanya orang yang mempunyai karakter humoris dan berkesan usil.

Termuat di halaman Instagram pribadinya, Mohammed Rashid sering membagi beberapa video lucu dan sering menjahili ayahnya.

Belum 24 jam dari kehadirannya, Instagram Mohammed Rashid telah diserang oleh bobotoh yang ingin tahu dengan dianya.

Tidak sangsi, beberapa video lucu dan usilnya juga terserang target komentar bobotoh yang menanggapinya dengan bergurau.

“Sang memang senang ngejailin pada orang tua, kualat kelak haha” tutur salah satunya bobotoh dengan account @arip5282

“aduh sukai ngeprank” sebut salah satunya bobotoh dengan account @_rayhan.nz

Harus Cepat Penyesuaian

Mohammed Rashid

Bekas pemain Persib Bandung, Sujana, menyebutkan ada factor fundamental yang tentukan pemain asing dapat sukses bersama team Maung Bandung.

Sudah diketahui, sekarang ini Persib Bandung mengambil pemain dari Palestina, Mohammed Rashid.

Mohammed Rashid sebagai pemain asing yang baru pertama kalinya merumput di Liga Indonesia. Umumnya, masalah paling besar pemain asing yang baru bermain di Indonesia ialah penyesuaian.

Sujana mengutarakan, Mohammed Rashid harus dapat menangani persoalaan itu. Karena sebagai pemain professional, beralih ke satu club dan ke negara lain sebagai hal yang umum.

“Itu balik lagi ke pribadi pemainnya. Sang pemain harus mengetahui benar jika ia betul-betul professional ia harus cepat penyesuaian. Sebagai pemain, jika di ingin tiba ke satu negara, harus tahu dahulu kulturnya dan harus punyai wacana dahulu . Maka saat tiba tidak terlampau terkejut. Pokoknya kembali lagi ke pribadinya, ia dapat cepat penyesuaian atau mungkin tidak,” sebut Sujana.

Ia juga mengharap, Rashid dapat menunjukkan kwalitasnya di lapangan dengan permainan bagus. Janganlah sampai kata Sujana, Rashid cuman jadi penghangat kursi cadangan karena kwalitasnya tidak lebih bagus dari beberapa pemain lokal.

Sama seperti yang dirasakan oleh Fashad Noor, pernah bermain di Tim nasional Afghanistan lalu bermain di Persib sebagai pemain tengah. Tetapi, karena kurang memberikan kepuasan, ia diconteng dari team.

“Pemain asing itu harus yang tingkatnya tidak lagi sejajar dengan lokal. Harus lebih dari lokal. Boleh-boleh saja pemain asing tiba ke Bandung,” katanya.

Bekas pemain Persib zaman 2000-an itu mengingati mengenai penekanan yang bakal dirasakan oleh Rashid. Sebagai bekas pemain yang sempat bela Persib, Sujana mengutarakan penekanan di Bandung akan besar.

“Tuntutan di Persib kan bobotoh tahu sendiri seperti apakah. Yang tiba ke Persib harus bagus. Pemain yang tiba ke Bandung itu yang punyai psikis berlaga dan latihan betul. Yang semula bagus main di luar main di Bandung jadi tidak bagus. Harus betul-betul psikis berlaga dan latihannya harus full,” ucapnya.