Perdana Indonesia Mengekspor 1000 Ton Arang Batok Kelapa ke Srilanka

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PPI bekerja sama bersama dengan Koperasi Kelapa Terpadu Indonesia atau KKTI mengekspor perdana 1000 ton arang batok kelapa ke negara Srilanka. “Ini kali pertama PT PPI ekspor arang batok,” kata Direktur Utama Perusahaan Perdagangan Indonesia, Agus Andiyani selagi melepaskan enam kontainer berisi arang batok kelapa, di Jalan Mangin, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dia mengatakan, total nilai ekspor arang batok kelapa senilai US$ 560.000. Nantinya arang diolah menjadi bahan kosmetik, alat penyaring atau filter air, alat pengawet, karbon, briket, Hookah Briquette dan lainnya. “Arang menjadi komoditas bagus untuk ekspor,” jelasnya.

Dari 1000 ton arang yang diekspor, 600 tonnya dipasok dari lokasi Jawa Barat. Sisanya dipasok dari area lain diantaranya Makassar, Gorontalo dan Palembang. “Diambil dari beberapa provinsi. Pilot projectnya di sini,” ujar Agus.
umlah ekspor 1000 ton ini, kata Agus, belum banyak. Dia meminta petani arang batok kelapa sanggup menambah produksinya. “Harus ditambah,” ucap Agus.

Saat ini petani baru sanggup memproses 1000 ton arang batok kelapa per bulan. Jumlah itu dipasok dari 25 korwil KKTI se Indonesia. “Kami menargetkan 10 ribu metrik ton per bulan,” kata Agus.

Setelah Srilanka, Perusahaan Perdagangan Indonesia menargetkan ekspor arang batok kelapa ke negara Korea dan sejumlah negara lain.

Ketua KKTI, Lismayana mengatakan, usaha memproses arang batok kelapa sanggup menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu, kelapa cukup banyak ditemui di Indonesia. “Kelapa Indonesia paling baik di dunia dan cukup banyak. Kelapa di kepulauan tingkat kalorinya tidak ada yang sanggup menandingi,” mengerti Lismayana.

Ketua Korwil KKTI Jawa Barat Yudi Setiadi menambahkan, bahan baku arang diperoleh dari area Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran. “Sekarang telah ada 60 petani binaan KKTI,” kata dia.