Proses Pengolahan Kerosene

Minyak tanah atau kerosene merupakan salah satu bahan bakar rumah tangga utama masyarakat Indonesia hingga tahun 2006.
Namun saat ini, dengan adanya program pemerintah yaitu pengalihan bahan bakar minyak khusunya minyak tanah ke bahan bakar gas membuat bahan bakar satu ini sudah sangat sulit ditemui di pasaran, walapun ada namun memiliki harga yang cuku mahal bahkan lebih mahal dari gasoline (bensin).
Saat ini penggunaan fraksi minyak bumi ini lebih dipriotaskan untuk keperluan penerbangan yaitu sebagai bahan bakar pesawat yang biasanya dikenal sebagai Avtur (Aviation Turbine) serta bahan bakar roket dengan pengukuran flow meter lc. Dengan demikian, tentunya pengolahan kerosen memiliki tahap yang lebih spesifik hingga menghasilkan produk avtur.
Terdapat 2 proses utama pengolahan minyak tanah yaitu pencucian dengan menggunakan asam sulfat dan proses adeleanu, berikut penjelasannya masing-masing:

1. Pencucian Menggunakan Asam Sulfat

Fungsi dari pencucian dengan menggunakan sama sulfat ini ialah untuk mengetahui jumlah kadar belerang serta senyawa-senyawa lain yang dapat menimbulkan kerak dan mempengaruhi warna pada kerosene. Biasanya proses penambahan asam sulfat ini dlakukan hingga lima kali, setelah itu akan dicuci dengan air dan soda.

2. Proses Adeleanu

Pada prinsipnya, tindakan ini hanya meruapakan proses ekstraksi senyawa aromatik dengan menggunakan belerang dioksida.