• Fri. Jun 18th, 2021

Sejarah Pencak Silat

Byansyah

Apr 1, 2021

Nama Donald Frederick “Donn” Draeger memang legendaris. Tidak ada yang meragukan karir militernya di seni bela diri. Sejarah pencak silat tergambar jelas dengan kisah Donn dan kawan-kawannya saat berkeliling Indonesia pada 1968.

Donn adalah seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat. Bersama Quintin Chambers, seorang veteran Angkatan Laut Inggris, dan Howard Alexander, seorang juri dari Kanada, Donn menjelajahi negeri mempelajari seni bela diri di Indonesia yang akhirnya dijelaskan dalam catatan perjalanannya.

Seperti dikutip dari laman indonesia.go.id, beberapa waktu lalu, reputasi Donn sebagai pionir pencak silat di Asia Timur memang sangat panjang. Dia awalnya mempelajari Juijitsu ketika dia berusia 7 tahun. Dalam prosesnya, dia beralih ke Judo.

Pada usia 10 tahun, Donn telah menerima sabuk coklat pemula. Kemudian pada tahun 1948 ia menjadi Dan 4 Judo dan menjadi salah satu ketua dari asosiasi judo sabuk hitam Amerika Serikat.

Baca juga selengkapnya mengenai sejarah psht pada tautan tersebut.

Pada tahun yang sama, Donn bergabung dengan Marinir dan berpartisipasi dalam Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik. Pangkat terakhirnya adalah kapten hingga menyelesaikan dinasnya pada tahun 1956. Setelah keluar dari militer, Donn semakin aktif mempelajari seni bela diri Asia Timur.

Kisah Quintin Chambers tidak berbeda. Ia belajar Judo pada tahun 1954. Setelah dua tahun bekerja di Angkatan Laut Inggris, ia masuk Universitas Cambridge. Pada tahun 1959, ia lulus dari Jurusan Bahasa Modern untuk menguasai bahasa Jepang, Mandarin, Melayu, dan Tamil.

Sangat Khas

Donn, Quintin, dan Howard yang tak lain adalah murid Donn terpesona dengan sejarah pencak silat dari Indonesia. Saat itu, seni bela diri belum dikenal pada tahun 1960-an. Maka Anda ingin melihat langsung kisah pencak silat.

Dia naik kapal dari Hong Kong, lewat Singapura, berangkat ke Jakarta, dua belas hari. Howard Alexander, yang termuda, mencatat perjalanan dua minggu pada tahun 1968 sebagai perjalanan dengan pelatihan latihan pertarungan melawan Jodo.

Saat memperkenalkan buku Pencak Silat: Seni Tempur Indonesia (1970), ia melihat pencak silat sebagai seni bela diri nusantara sebagai hal yang sangat khas.

Kebanyakan orang bisa memperlakukan seni bela diri yang dianggap setara dengan seni bela diri seperti Judo, Karate atau Kung Fu. Selama tahun 1968-1969, mereka bertiga menilik sejarah pencak silat yang panjang dengan mengunjungi berbagai sekolah pencak silat Jawa, Madura, Sumatera, dan Bali.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa pencak silat berbeda dengan pencak silat lainnya. Dalam bukunya, sejarah pencak silat dalam bentuknya yang paling purba adalah bahwa masyarakat nusantara mempertahankan diri dari binatang buas.

“Saat koloni pemburu-pengumpul terbentuk, kontak dan konflik antara satu kelompok dan kelompok lainnya menciptakan seni bela diri yang khas di wilayah yang mulai berkembang.”

Abad ke-8 Masehi

Donn dan kawan-kawan menceritakan sejarah pencak silat dari abad ke-8 Masehi. Pada saat yang sama, seni bela diri bela diri berkembang pesat di masyarakat pulau-pulau di wilayah Riau dan sekitarnya.

Sekarang, daerah ini mulai dari pedalaman Palembang dan Jambi hingga Semenanjung Malaya. Sejarah awal pencak silat pada mulanya benua (India-Cina), perlahan-lahan diadaptasi oleh masyarakat nusantara berdasarkan ciri khasnya masing-masing.

Kebanyakan orang seni bela diri kuno memiliki warna interior yang sangat istimewa. Sedangkan masyarakat Sriwijaya yang memerintah dari abad ketujuh hingga abad keempat belas, memiliki keterampilan bela diri yang sangat efisien.

Padahal di Jawa pada abad ke-11, banyak yan sudah mengembangkan keterampilan pencak silat sendiri dengan menggunakan berbagai macam senjata dan kemampuan teknik pencak silat yang khas.

“Awalnya, satu-satunya yang memiliki seni bela diri ini adalah penjaga para raja dan bangsawan. Tetapi dalam perkembangannya, para petani yang berhasil mengembangkan seni bela diri dengan tingkat efisiensi mereka sendiri.”

Pencak dan Silat

Jejak sejarah yang dilakukan oleh tiga orang ini akhirnya menimbulkan kesimpulan yang malah merupakan perpaduan antara pencak silat dan pencak silat.

Pencak adalah metode latihan bela diri. Pencak merupakan gabungan dari kemampuan mengontrol gerak tubuh untuk pertahanan diri.

Sedangkan silat merupakan salah satu cara untuk melakukan gerakan bela diri. Gelut silat. Tidak ada pencak silat tanpa pencak, begitu pula sebaliknya. Pencak tanpa silat hanyalah sekuntum bunga kosong.

“Tujuan utama pencak silat adalah untuk bela diri. Yang lain tidak menjadi masalah sama sekali. Tidak ada tradisi dalam pencak silat untuk menciptakan suatu bentuk olah raga atau latihan fisik.”

Ia mengatakan bahwa dasar-dasar pencak silat pasti berkaitan dengan penggunaan senjata. Gerakan pencak silat saat dilakukan dengan tangan kosong harus seragam dan luwes saat menggunakan senjata.

Jika dilihat dari sejarah awal pencak silat tradisional merupakan kesenian sehingga tidak ada yang membahayakan. Ciri dari serangan koping adalah gerakan yang ringan, cepat, dan dapat diprediksi.

Gerakan tersebut dilakukan untuk menghindari efek patah tulang. Biasanya jurus tersebut tidak melawan kekuatan penyerang, tetapi cenderung mengatur arah serangan dan membawanya ke keadaan lumpuh.

Konon, sifat umum pencak silat adalah bertahan hidup. Pakar seni bela diri akan memilih untuk menunggu serangan sebelum membalas, bahkan jika ini bukan keharusan.

Gerakan Hewan

Teknik pencak silat di matanya adalah teknik yang lembut dan fleksibel. Siap untuk berbagai situasi, mampu menyesuaikan diri dan merespon dengan cepat hingga sebuah serangan lumpuh.

Karakter gerakan pencak silat didasarkan pada gerakan yang meniru gerakan hewan atau gerakan khas manusia. Bukan tidak mungkin ada sikap Garuda atau macan. Tidak beberapa gerakan sama dengan pendeta atau pendeta.

Salah satu ciri khas pencak silat adalah bahwa pencak silat dibuat sebagai gerakan pertahanan diri, tanpa melalui pemanasan atau proses persiapan. Pencak silat dibuat untuk mengatasi ketidakpastian.

“Petarung harus siap menghadapi berbagai serangan setiap saat. Tubuh harus fleksibel dan mudah bereaksi. Postur lembut dan gerakan dalam postur tubuh rendah, berarti kelenturan dan kekuatan yang sama mengalir dari kaki dan pinggul.”

Eksplorasi juga menghasilkan kesimpulan tentang bentuk dasar pencak silat. Misalnya pencak silat gaya Sumatera dengan keterampilan kaki dan tendangan yang khas. Contohnya adalah gaya Harimau, Patai, Baru, dan Kumango.

Kemudian pencak silat Jawa Barat. Biasanya termasuk teknik tangan dan pukulan seperti Cimande, Cingkrik, Mustika, hingga Kwitang Style. Jawa Tengah merupakan perpaduan antara pukulan dan tendangan. Contohnya adalah gerakan Setia Hati ke Burung Merpati Putih.

Di Jawa Timur mirip dengan Jawa Tengah, tetapi termasuk gerakan slaming atau curling. Itu bisa dilihat di sekolah Self Shield, Bhakti Negara, hingga Setia Hati Terate.

Yuk ketahui juga penemu mesin cetak bagi yang belum mengetahuinya.

Pencak silat di matanya adalah kemampuan mempertahankan diri dalam situasi dan situasi apa pun. Sejarah juga membuatnya menyimpulkan bahwa pencak silat itu keji dan mematikan.