Teori Aliran Malthusian

Teori Aliran Malthusian

Teori Aliran Malthusian

Sejarah Aliran Malthusian

Aliran Malthusian dipelopori oleh Thomas Robert Malthus, seorang pendeta yang hidup pada tahun 1798 hingga tahun 1834. Tulisan monumentalnya An Essay on The Principle of Population as it Affect Future Improvemenet of Society, with remarkson the speculations of Mr. Godwin, Mr. Condorcet and other Writer atau lebih populer dengan sebutan Prinsip Kependudukan (The Principle of Population) diterbitkan pertama kali pada tahun 1798.

Ia menyatakan bahwa penduduk itu (seperti juga tumbuh-tumbuhan dan binatang) apabila tidak ada pembatasan, akan berkembang biak dengan cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian dari permukaan bumi ini. Tinggi pertumbuhan ini disebabkan karena hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak bisa dihentikan.

Manusia memerlukan makanan, sedangkan laju pertumbuhan penduduk lebih cepat dari pada laju pertumbuhan makanan. Perkembangan penduduk akan mengikuti deret urut sedangkan perkembangan subsistem (pangan) mengikuti deret hitung dengan interval waktu 25 tahun seperti berikut:

Penduduk :      1          2          4          8          16        32        64        128      dst

Subsistem :       1          2          3          4          5          6          7          8          dst
(pangan)

Jika kondisi ini dibiarkan maka manusia akan mengalami kekurangan pangan dan kemiskinan. Untuk keluar dari permasalah ini menurut Malthus harus ada pengekangan perkembangan penduduk. Pengekangan tersebut dapat berupa pengekangan segera dan pengekangan hakiki. Yang dimaksud dengan pengekangan hakiki adalah pangan. Sedangkan bentuk pengekangan segera adalah bentuk preventive check dan positive check:

1. Preventive check  
Preventive check  adalah pengurangan penduduk melalui penekanan kelahiran. Preventive check timbul karena kemampuan penalaran manusia sehingga dapat meramalkan akibat-akibat yang akan terjadi di kemudian hari. Preventive check  dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Moral restraint (Pengekangan diri): yaitu segala usaha mengekang nafsu seksual.
b. Vice: yaitu pengurangan kelahiran seperti, abortus, penggunaan alat kontrasepsi, homoseksual, pelacuran.

2. Positive check
Positive check adalah pengurangan penduduk melalui proses kematian. Apabila di suatu wilayah jumlah penduduk lebih besar daripada jumlah persediaan pangan maka dapat dipastikan akan terjadi kelaparan, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dipastikan tingkat kematin akan semakin meningkat.

Sejarah Singkat Thomas Robert Malthus

Pendeta Thomas Robert Malthus, FRS (13 Februari 1766 – 23 Desember 1834 di Haileybury, Hertford, Inggris), umumnya dikenal sebagai Thomas Malthus, meskipun ia lebih suka dipanggil ‘Robert Malthus’, adalah seorang ahli demografi dan ekonom politik Inggris. karena pandangannya yang pesimis namun sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk. Malthus lahir dalam keluarga kaya. Ayahnya Daniel adalah teman pribadi filsuf dan skeptis David Hume dan seorang kenalan Jean-Jacques Rousseau. Malthus muda dididik di rumah sampai dia diterima di Jesus College di Cambridge pada tahun 1784.

Di sana ia belajar banyak mata pelajaran dan menerima penghargaan dalam penjelasan bahasa Inggris, Latin dan Yunani. Jurusannya adalah matematika. Ia memperoleh gelar masternya pada tahun 1791 dan terpilih sebagai rekan dari Jesus College dua tahun kemudian. Pada 1793 ia menjadi pengikut Jesus College dan asisten pendeta Gereja Okewood, sebuah biara atau kapel di Wotton. Selama di Wotton, Malthus berdebat sengit dengan ayahnya tentang kemungkinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi orang tua. Ayahnya berpikir itu mungkin, tetapi Malthus tetap skeptis. Perselisihan ini mendorong Malthus untuk membaca dan kemudian menulis beberapa artikel tentang masalah ini. Hasilnya adalah Essay on Population, pertama kali diterbitkan pada tahun 1798.

Malthus menikah pada tahun 1804; dia dan istrinya memiliki tiga anak. Pada tahun 1805 ia menjadi profesor ekonomi politik Inggris pertama di East India Company College di Haileybury, Hertfordshire. Murid-muridnya memanggilnya julukan “Pop” (yang bisa berarti “Papa”) “populasi” Malthus. Pada tahun 1818 ia terpilih sebagai Fellow dari Royal Society.

Esai Malthus tentang kependudukan segera menjadi terkenal, dan pada tahun 1805 ia menemukan posisi sebagai profesor sejarah, politik, perdagangan dan keuangan di New East India College dekat London. Perguruan tinggi ini terutama melatih para pengusaha Perusahaan India Timur yang akan memegang posisi administratif di India. Posisi Malthus membuatnya menjadi salah satu ekonom akademis paling awal.

Menurut Adam Smith, Thomas Malthus dianggap sebagai pemikir klasik yang terlibat secara signifikan dalam perkembangan pemikiran ekonomi. Malthus dilatih di St. John’s College di Cambridge, Inggris, dan kemudian pergi ke East India College. Ketika diangkat sebagai dosen di East India College, ekonomi politik pertama kali diakui sebagai disiplin ilmu tersendiri. Pemikirannya tentang ekonomi politik dapat ditarik dari: Prinsip Ekonomi Politik (1820) dan Definisi Ekonomi Politik (1827). Selain itu, Malthus menulis sejumlah buku lainnya, antara lain: Essay on the Principle of Population as It Influences the Future Improvement of Society (1798); dan penyelidikan sifat dan kemajuan sewa (1815).

Teori Pemikiran Thomas Robert Malthus

Pandangan Malthus umumnya dikembangkan dalam menanggapi pandangan optimis dari ayah dan rekan-rekannya, terutama Rousseau. Esai Malthus juga ditulis sebagai tanggapan atas pandangan Marquis de Condorcet. Dalam sebuah esai tentang prinsip populasi, pertama kali diterbitkan pada tahun 1798, Malthus membuat prediksi terkenal bahwa ukuran populasi akan melebihi persediaan makanan, yang akan menyebabkan penurunan jumlah makanan per orang. (Musim Gugur & Adil, 1999: 790). Dia bahkan secara eksplisit meramalkan bahwa ini akan menjadi pertengahan 19 untuk sistem yang kompleks.

Dalam esainya, Thomas Robert Malthus mengatakan:
‘………. bagaimana jika tidak ada pembatasan jumlah penduduk, maka jumlah penduduk akan bertambah pesat seiring deret angka 1, 2, 4, 8, 16, 32 …… , dan di sisi lain, jumlah makanan hanya meningkat dalam rangkaian angka 1, 2, 4, 6, 8, 10, 12 ……, yang akan membuat penduduk dunia merasa sangat lapar. Untuk menghindari kekurangan pangan, populasi harus dibatasi. Untuk itu diperlukan latihan pengendalian moral (pengendalian diri: pembatasan hasrat seksual, penundaan perkawinan)”. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com