• Tue. Nov 24th, 2020

Bos Muda

Bos Muda

Top Tags

Tips Jualan Dimsum Modal Kecil

ByMuchammat Kristanto

Nov 15, 2020

Dimsum adalah salah satu camilan paling enak untuk dimakan dengan hidangan mie. Teksturnya yang juga lembut membuat makanan ini cocok untuk disantap siapa saja. Baik itu anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua.

Mengingat pangsa pasarnya yang besar dan permintaan yang cukup besar, dim sum bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Apalagi modal untuk membuka usaha juga terjangkau. Hanya dengan Rp. 100.000, Anda dapat memasuki dunia bisnis dim sum. Bukankah itu menarik?

Agar bisnis dimsum mencapai ekspektasi yang diharapkan, coba terapkan tips berjualan dimsum berikut yang sudah dirangkum oleh saya dari berbagai sumber.

1. Gunakan bahan-bahan sederhana

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat dim sum cukup beragam. Ada bawang merah, tepung tapioka, garam, kaldu, gula, minyak ikan, daging, sambal, dan sambal tiram. Anda juga bisa menambahkan irisan wortel atau mengganti isinya dengan udang, daging sapi, atau telur puyuh.

Namun mengingat budget disini hanya Rp. 100 ribu tidak perlu menggunakan bahan yang beragam untuk menciptakan rasa yang enak. Gunakan saja bahan sederhana yang menjadi bahan utama pembuatan dim sum.

2. Beli bahan mentah di pasar

Dengan modal Rp. 100 ribu, mau belanja di supermarket? Yang pasti kurang karena harga barang di supermarket sudah di-mark up beberapa kali lipat dari harga beli. Lebih baik berbelanja di pasar tradisional, harga lebih murah dan lebih banyak pilihan.

Untuk mendapatkan bahan yang berkualitas dan segar, Anda bisa datang lebih awal untuk berbelanja. Harga basic opening time tentu lebih murah dibanding harga saat pasar ramai. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk memangkas pengeluaran.

3. Gunakan alat masak yang ada

Anda tidak perlu membeli peralatan masak baru untuk memulai bisnis dim sum. Anda bisa menggunakan alat masak yang digunakan setiap hari. Mulai dari panci, mangkok, sendok, garpu, dan lain sebagainya.

Intinya, cuci peralatan masak dengan bersih, agar aroma atau rasa masakan sebelumnya tidak menempel pada dim sum yang akan dimasak. Jadi, rasa benar-benar rasa dim sum, bukan rasa makanan lain.

4. Harga jual harus wajar

Besaran dim sum yang bisa diproduksi dengan modal Rp. 100 ribu tentu saja terbatas. Meski terbatas, bukan berarti dim sum Anda istimewa, sehingga harganya lebih mahal dari harga dim sum pada umumnya. Harganya pasti lebih murah karena bahannya juga sederhana.

Sebagai perbandingan, coba cari tahu berapa harga dim sum yang umumnya dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar rumahnya. Anda bisa mematok harga jualnya sama atau sedikit lebih mahal, dengan selisih harga hanya Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000. Jika jangkauannya terlalu jauh, konsumen bahkan mungkin tidak membeli.

5. Mempromosikan merchandise dim sum

Dim sum apa pun akan sulit dijual jika tidak dipromosikan dengan benar. Oleh karena itu, promosikan ke keluarga, tetangga, rekan kerja, dan orang lain di luar sana. Manfaatkan media sosial atau marketplace sebagai tempat jualan dim sum.

Selain memperluas pangsa pasar, perdagangan melalui media online otomatis akan meningkatkan angka penjualan dan menambah keuntungan. Kalau sudah untung maka modal yang harus Anda jual dim sum untuk esok hari pasti akan bertambah, sehingga jumlah produksinya juga bisa bertambah.

6. Sajikan variasi dim sum beku

Bencana alam atau pandemi yang sedang berlangsung tentunya akan mempengaruhi penjualan dim sum. Sebab, jarang sekali orang mau keluar rumah. Inilah alasan mengapa Anda perlu mengeluarkan berbagai macam dim sum beku, agar memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan dim sum yang sudah siap disantap.

Anda bisa membuatnya dalam bentuk paket dengan isi yang bervariasi yaitu bisa 10, 15, 20, dan 25 pcs dengan harga yang bisa di sesuaikan dengan harga per unitnya. Jika Anda memesan banyak, Anda bisa memberikan diskon untuk membuat pembeli senang.

7. Evaluasi penjualan secara teratur

Angka penjualan untuk hari ini, besok, dan lusa tentu berbeda. Di sinilah Anda perlu melakukan evaluasi penjualan untuk mengetahui apakah grafik penjualan mengalami kenaikan atau bahkan penurunan pada hari-hari tertentu.

Meski skala usahanya kecil, tidak ada salahnya melakukan evaluasi rutin setiap bulan. Sekaligus menghitung keuntungan yang didapat. Catat hasil evaluasi bulan ini sebagai perbandingan penjualan bulan depan.

Anda ingin tau contoh proposal usaha? Jika iya, silahkan bisa kunjungi tautan tersebut, disana banyak juga contoh proposal usaha makanan yang bisa kamu dapatkan.